INI ADALAH CERITA

UANG DAN MILENIAL

Internet, social media, kuliner, hura-hura, belanja online = MI-LE-NI-AL.

Ya, itulah sebagian besar kebiasaan, bahkan sudah dianggap sebagai aktivitas keseharian yang tidak boleh terlewatkan. Kebiasaan-kebiasaan tersebut tanpa disadari harus sangat melibatkan uang dengan jumlah nominal yang tidak sedikit. Karena generasi milenial sangat identik dengan dunia internet (khususnya social media), kemampuan dalam hal kelincahan dan kecepatan tangan dalam mengetik, kecepatan berpikir, dan kuota internet stabil, harus sangat wajib dimiliki oleh generasi milenial.

Bagi pengguna social media  bernama Instagram, pasti sudah sangat mengetahui bagaimana  cara kerja dan kegunaannya. Dampak positif dan negatif dalam instagram, sudah berada di luar otak, bahkan ada yang sampai di atas otak (karena terlalu seringnya bermain instagram).

Tanpa disadari, semakin sering membuka dan memainkan social media, maka, dari situlah perubahan pemikiran dimulai. Dari situlah halusinasi gaya hidup terus harus “mewah”tertanam dalam otak dan hati.

Banyak sekali pengorbanan yang harus dilalui dan dilewati oleh generasi milenial agar mendapatkan uang yang tidak sedikit. Mulai dari berani memalak uang orang tua dengan kasar,  mencuri, bahkan rela untuk melakukan hal paling keji, yaitu, membunuh manusia berdompet tebal, dan rela memperdagangkan tubuh yang menjadi harta paling berharga. Bagai kilat dalam hati, uang tersebut langsung dipergunakan untuk menjawab kehaluan yang mendadak menjadi tranding pengantar tidur.

Pengeluaran yang sering dikeluarkan oleh generasi milenial tentu hanya berdampak untuk jangka pendek. Karena mereka memiliki anggapan bahwa pola hidup saat ini jauh lebih penting dibandingkan harus menyisihkan sebagian uang mereka untuk kebutuhan di masa yang akan datang.

Menurut survei yang dilakukan oleh IPSOS pada Bulan Agustus 2018, generasi milenial lebih banyak menghabiskan uangnya untuk berbelanja online, yaitu sebanyak 64% (survei tersebut melibatkan 400 responden di seluruh Indonesia). Kebutuhan yang sering diincar oleh generasi milenial diantaranya kategori fashion, sport, dan pakaian.

Selain mendominasi pasar online shop, generasi milenial juga sering menghabiskan uang yang dimiliki untuk berkeliling memanjakan perut di tempat mewah, atau hanya sekedar berkumpul bersama teman dan sahabat di tempat-tempat yang mempunyai pemandangan atau keindahan yang menarik perhatian mereka.

Sedia payung sebelum hujan.Sedia uang sebelum krisis. Umur memang masih milenial, tapi bagaimana rasanya kalau sudah berpenghasilan jutaan, atau bahkan milyaran?.

Memang sangat sulit menjadi milenial seperti itu, tetapi, apa salahnya jika dicoba sedikit demi sedikit, bukan?

Bagi generasi milenial yang mungkin sudah mencapai titik bosan dengan keterpaksaan bergaya hidup mewah dan ingin keluar dari zona super nyaman yang sering dilakukan, perlahan, cobalah sedikit demi sedikit mengatur keuangan yang diperoleh.

Pembelajaran pertama, belajarlah untuk membuat perencanaan keuangan di setiap bulannya. Mulailah membeli barang dan kebutuhan dengan tingkat manfaat jangka panjang dan sangat penting.

Pembelajaran kedua, belajarlah mencoba sekuat hati, tenaga, dan godaan, agar tidak terpengaruh oleh lingkungan sekitar. Meski sangat menyulitkan awalnya karena menjadi kurang percaya diri, yakinlah, bahwa prinsip saat ini bukan tentang bagus tidaknya fashion, bagus tidaknya gaya hidup. Pikirkan bahwa masa depan lebih penting dari itu semua. Kemawahan tidak akan membantu se butir debu pun. Hanya diri sendirilah yang akan membantu. Menjadi diri sendiri jauh lebih nyaman, dibandingkan harus memaksakan menjadi “diri orang lain” untuk mendapatkan perhatian publik.

Kebiasaan hura-hura dan bermegah-megah ala generasi milenial memang sangat terbilang menyenangkan sekaligus dapat meningkatkan rasa kepercayaan diri. Tetapi, alangkah lebih baiknya jika seluruh generasi milenial menjadi tersadarkan pentingnya mengelola keuangan untuk masa depan yang lebih cerah dan berbobot. Dengan begitu, generasi baby boomper tidak perlu merasa cemas, risau dan khawatir akan bagaimana kisah perjalanan Negeri Ibu Pertiwi selanjutnya. Karena generasi milenial sudah menjanjikan dan membuktikan masa depan yang lebih cerah, terlebih dalam hal strategi bagaimana memperlakukan uang dengan baik, bijak, dan berbobot.

Ini Cerita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *