INI ADALAH CERITA

SELUK RUPA TANAH AIR BETA

Indonesia Tanah Air Beta

Pusaka abadi nan jaya

Indonesia sejak dulu kala

Tetap dipuja-puja bangsa

******

Binneka Tunggal Ika

Lambang Negara kita Republik Indonesia

Beribu pulaunya, berjuta Rakyatnya

Namun satu cintanya

Bhinneka Tunggal Ika

Ikrar kita bersama,

Kita bina selama Persatuan Bangsa

Kesatuan jiwa Indonesia Bahagia

*************

Dari dua cuplikan kalimat diatas, bagaimana? tidak asing kah?

Jika merasa asing, atau bahkan hanya pernah dengar selintas selintas, ini adalah salah dua dari puluhan lirik lagu kebangsaan Tanah Air,yang mempunyai berbagai ciri khas makna mengenai Negara Indonesia,Budaya Indonesia,Rakyat Indonesia, dan lain lain tentang Indonesia.

Kalau ingin memperlajari lebih rinci dan mendalam mengenai berbagai Sejarah di Indonesia, silahkan buka youtube, kemudian search kata kunci “Sejarah Indonesia”. Pasti akan muncul berbagai cerita menarik dan mendidik yang patut ditonton dan dicontoh. Karena zamannya sudah serba digital,jadi jika malas membaca,tetapi tetap ingin mendalami jiwa raga Indonesia, tips di atas boleh sebagai reccomended. Tapi selalu ingat,membaca tetap sekali diperlukan walau zaman semakin terus berkembang dan modern.

Tak terasa, akhir tahun akan kembali berjumpa. Harapan demi harapan, resolusi demi resolusi, mulai dicatatat, diingat, dan dilakukan selagi bisa diraih. Kalau nyatanya tidak? pencapaian itu harus terus sebisa mungkin diraih, bagaimanapun itu caranya. Bahkan, dengan cara “Haram”pun, terkadang tetap melakukannya demi pencapaian berhasil.

Mumpung bahas akhir tahun,ngomong ngomong,bagaimana pendapat tentang 2018?

Banyak kejadian tak terduga sekali ya, dibandingkan dengan dengan tahun tahun sebelumnya, sebut saja semakin maraknya hobi ‘nyawa melayang’ akibat hal hal sepele. Setelah diselidiki oleh kepolisian,kemudian disampaikan melalui media, penyebabnya satu, yaitu, penyakit hati manusiawi dicampur godaan syaiton yang sangat terkutuk. Lalu, sering terjadinya bencana alam berturut turut. (kalau itu memang sudah menjadi kehendak Maha Kuasa untuk menegur Hamba Hambanya agar selalu tunduk dan patuh melaksanakan PerintahNya). Setelah itu,semakin meluasnya kasus korupsi yang tiada henti dan kian membara, bahkan para pejabat penting kerap menjadi tersangka kasus tersebut. Selain korupsi,bencana alam, dan juga hobi keji,kejadian yang tak kalah menuai perhatian netijen Indonesia ini ialah, Pembangunan Infrastruktur yang bisa dibilang sangat pesat dan berlimpah.

Tapi eh tapi…. Tau nggak sih kalau sebenarnya, jika seluruh pembangunan infrastruktur sudah rampung alias jadi, yang merasakan keuntungannya, apakah semua pihak atau hanya masyarakat bermobil saja? coba tebak dalam pikiran, hehe. Kalau semua sudah ada tol,..emm.. berarti pendapatan dari mang mang  yang suka berdiri di tengah jalan dengan teriakan khas nya‘yo ayo maju terus mobil’ yang mendapatkan uang imbalan sebesar 500 rupiah sampai dengan seribu rupiah itu semakin berkurang dong ya?

Hal tersebut, sama seperti perumpaan,  ada angkutan online, angkot dan ojeg pangkalan, semakin jarang diminati masyarakat. Karna selain lama banget angkot nge temnya, kalo ojeg pangkalan biayanya kadang tidak terkira mahalnya. Tapi, mereka pun bingung harus bagaimana. Ingin menjadi ojeg online, apa daya smartphone saja masih merk strawberry atau exis merah kecil dengan permainan andalan ular tangga dan rubik sederhana.

Kalau membicarakan darimana datangnya dana untuk infrastruktur, tidak mungkin langsung datang tiba tiba dari langit. Dana sebanyak itu, banyak yang mengira dari hutang, pinjaman uang haji, dan lain sebagainya. Jika hutang? jelas tentu itu tidak bisa dikelak. Pembangunan banyak, hutang pun semakin meraja lela. Kalau memakai uang haji? entahlah berita itu benar atau tidak, hanya Sang Kuasa dan manusia yang terlibat di dalam nyalah yang tahu.

Lalu.. bagaimana nasib rakyat meranta yang makin tahun kian banyak?

Mengapa kian banyak?

Karena ini adalah salah satu faktor utama, yaitu, lapangan pekerjaan semakin susah dan pertumbuhan ekonomi kian semakin pesat. Sehingga,bantuan atau solusi untuk meringankan rakyat meranta, jarang sekali di rubris dan di sorot oleh media. Ada,tapi tidak menjadi berita utama, seperti kasus korupsi,dan pembangunan infrastruktur.

17 April 2019, Negara Indonesia kembali mencetak sejarah baru. Lagi lagi, masyarakat mengharapkan adanya perubahan baik untuk Bangsa Indonesia. Terlebih, untuk terus memerhatikan rakyat kecil dan meranta,apalagi merana. Padahal, pada saat ber kampanye, mereka adalah sasaran paling utama untuk disorot. Bukan masalah pembangunan infrastruktur ataupun kasus kejahatan keji, apalagi musibah.

Memang bagus,semakin banyak infrastruktur yang dibangun,maka Negara Indonesia tidak tertinggal jauh dengan Negara lain.Tetapi, apa harus mengorbankan hutang melimpah? terlebih, hanya untuk menyenangkan masyarakat bermobil, tanpa memerhatikan berbagai kisah pilu rakyat meranta dan merana?.Bagaimana tanggapan mengenai hal ini?

Kebanyakan dari kami,masyarakat Indonesia,hanya sedikit yang memahami ranah pemerintahan yang begitu rumit. Tetapi, kami ingin terus diperhatikan dan di prioritaskan sebagaimana yang dilakukan saat ber kampanye. Kami tidak akan meminta uang sebesar 2 Jt dalam sehari, ataupun kemewahan yang lainnya. Kami hanya ingin pemerintah selalu melirik kami,memberi kami pelatihan atau arahan bagaimana kami bisa hidup ditengah zaman serba cepat dan kejam. Semoga saja, permintaan kecil kami,tidak begitu merepotkan,apalagi sampai bikin pusing kepala, hehe.

Jangan lupa, Rabu, 17 April 2019, ramai ramai datang ke TPS.Tentukan pilihan yang pasti. Jangan tergiur oleh money money atau berbagai jenis “hadiah” yang diberikan pada saat ber kampanye. Bagus diluar, belum tentu bagus didalam. Budayakan selalu membaca dan memahami visi dan misi setiap kandidat. Walau kadang, visi misi juga belum tentu benar,tetapi, kalau setiap kandidat tidak mematuhi visi misi yang dibuat,buat apa mereka membuang waktu sia sia untuk menuliskan sesuatu yang tidak mereka laksanakan?

Ayo,bijak memilih pemimpin!

Ini Cerita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *